KAMI MEMBUKA KESEMPATAN BAGI ANDA YANG BERMINAT BEKERJA DI JEPANG

CAREGIVER DENGAN GAJI SAMPAI DENGAN 15 JUTA/ BULAN….

DENGAN PELATIHAN BAHAS JEPANG LEVEL 3, GERONTIK DAN ADAPTASI BUDAYA

KESEMPATAN TERBATAS!!!

HUBUNGI: 081511724465 (PA’ GATNO)

MEMETIK MANFAAT DARI KEBIASAAN MENULIS

 

 


“….. Ah, saya tidak punya bakat untuk menulis…”


”…Menulis itu sulit…”


”…Susah untuk mendapatkan ide untuk menulis…”


”…Menulis adalah pekerjaan yang menyebalkan…”


”…Saya tidak punya waktu untuk menulis…”

 

“..Pokoknya saya tidak suka menulis….. “

 


Apakah Anda termasuk orang yang melontarkan salah satu komentar di atas? Jangan takut. Anda tidak sendirian. Banyak orang yang sepertinya ”alergi” dengan kegiatan tulis menulis ini.          

 

Mereka merasa demikian karena belum mengenal dan mengalami langsung kedahsyatan dari manfaat menulis. Nah, apa saja manfaat yang dapat kita petik dari kebiasaan menulis? Silahkan simak yang berikut ini. Mudah-mudahan Anda pun mau mencoba menulis dan dapat menikmati manfaatnya.

Penulis perlu melalui tiga tahapan utama dalam menulis, yaitu: tahap persiapan, tahap penulisan naskah awal, dan tahap koreksi. Manfaat luar biasa dari menulis ternyata bisa didapatkan pada tiap tahapan menulis tersebut.

Langkah pertama dalam menulis adalah menentukan tujuan dari tulisan yang akan dihasilkan tersebut: meyakinkan pembaca, menghibur pembaca, menceritakan secara kronologis sebuah peristiwa, ataupun menjelaskan sebuah proses. Tujuan inilah yang nantinya akan dijadikan tumpuan dalam mengumpulkan data, mencari contoh-contoh untuk mengembangkan tulisan, dan memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pendapat. Tujuan ini juga membantu penulis untuk menjadi lebih fokus dalam upaya mencapai tujuan dan lebih terarah dalam mengembangkan topik yang akan ditulisnya (sehingga tidak melantur).

Kebiasaan merumuskan tujuan dan mengatur strategi yang pas untuk mencapai tujuan juga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Dengan kebiasaan positif ini, penulis bisa membuat kehidupannya menjadi lebih berarti karena memiliki tujuan. Segala keputusan dan tindakan yang akan diambil pun bisa lebih terfokus, dan terarah untuk mencapai tujuan tersebut.

Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah mengumpulkan data ataupun informasi yang cukup untuk membangun tulisannya. Untuk itu, penulis perlu menggali informasi dan data yang diperlukan dari berbagai sumber, misalnya dari bahan-bahan tulisan orang lain di majalah, koran dan buku-buku, percakapan dengan nara sumber, observasi lapangan, ataupun contoh-contoh dari pengalaman pribadi.

Dari proses mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan ini, penulis akan banyak menemukan informasi baru, cerita-cerita seru, contoh-contoh menarik, dan pendapat yang beragam dari banyak orang. Semua ini memacu penulis untuk belajar menyerap informasi yang telah berhasil dikumpulkan. Jadi, tahap persiapan ini merupakan sarana belajar yang ampuh untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Setelah informasi berhasil dikumpulkan, penulis dapat menyusun kerangka dasar penulisan (outline). Untuk melakukan hal ini diperlukan kemampuan untuk berpikir sistematis agar informasi yang disampaikan dapat dicerna dengan baik dan mudah oleh pembaca.

Jika hal ini telah dilakukan berulang-ulang dan telah menjadi kebiasaan yang melekat, maka kebiasaan untuk berpikir sistematis ini juga akan terbawa ke aspek-aspek kehidupan lainnya, misalnya dalam menyatakan pendapat, dalam menyusun perencanaan, dan dalam membuat laporan. Kebiasaan ini merupakan modal penting untuk meraih sukses di mana pun kita berkarya.

Dengan berpegang pada tujuan penulisan dan kerangka dasar yang telah disusun, penulis selanjutnya dapat mengembangkan tulisannya. Pada tahapan ini, penulis dipacu untuk mencari kata-kata yang tepat, susunan kalimat yang benar, konsep, ide, contoh, dan penjelasan yang terjalin dengan harmonis agar bisa dicerna dengan baik oleh..pembaca.

Untuk melakukan semua ini, penulis perlu mengaktifkan kemampuan intelektual mereka untuk menjelaskan ide-ide mereka, dan kemampuan berpikir kritis untuk mendukung ide-ide mereka dengan data dan contoh-contoh yang relevan.

Seperti halnya pelukis dan pemusik yang menyatakan perasaan dan pendapat mereka melalui lukisan dan karya musik, penulis pun melakukan hal yang sama. Tulisan dapat digunakan untuk menjadi saluran perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental.

Hal ini dituliskan juga oleh James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology yang melaporkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memiliki kekuatan untuk memberi dampak positif pada tubuh kita secara..fisik.

Joel Saltzman dalam bukunya If You Can Speak You Can Write mengungkapkan bahwa menulis tidak berhenti pada draft pertama, tapi diperlukan upaya untuk menulis kembali. Jadi, langkah selanjutnya adalah penyuntingan, revisi, dan penulisan kembali untuk menyempurnakan hasil tulisan.
Untuk tahap ini, seorang penulis perlu memeriksa kembali tulisannya dengan kritis dan objektif. Ia perlu melihat apakah terdapat ketidakcocokan dalam pemilihan kata, contoh, dan ilustrasi. Ia perlu memeriksa apakah ada kesalahan dalan penyusunan kalimat.

Penulis perlu memutuskan apakah informasi yang disampaikan sudah cukup jelas. Singkatnya, penulis perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk melihat kelemahan dari tulisannya dan melakukan koreksi yang diperlukan agar tulisannya menjadi lebih baik.
Untuk melampaui tahap ini dengan sukses diperlukan obyektivitas untuk menemukan kesalahan, keberanian untuk mengakui kesalahan, dan upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Tanpa ketiga kualitas ini, tak akan ada perbaikan.

Hal ini juga berlaku di kehidupan sehari-hari. Tanpa keberanian untuk melakukan evaluasi diri secara obyektif, keberanian mengakui kesalahan, maka tidak akan ada upaya perbaikan untuk mencapai…..sukses.

Manfaat dari Hasil Tulisan
Manfaat yang diterima penulis ternyata tidak berhenti ketika ia selesai menjalani proses penulisan. Hasil tulisan juga memberikan berbagai manfaat positif yang dapat dinikmati lama setelah tulisan tersebut selesai dikerjakan.

Jika banyak orang yang memilih uang dan kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain, maka tidak demikian dengan Kiyosaki dengan bukunya yang terkenal Rich Dad Poor Dad. Buku dan berbagai tulisan lainnya digunakan oleh Kiyosaki untuk ”mempengaruhi orang” melihat pentingnya memiliki semangat wirausaha.

Tulisan juga digunakannya untuk membuka mata pembaca melihat peluang menjadi independen secara finansial. R.A. Kartini juga menggunakan tulisan untuk mempengaruhi orang lain agar mau memberi kesempatan yang sama pada wanita untuk mengecap pendidikan.

Tulisan juga bisa digunakan sebagai sarana berbagi pengalaman. Seperti yang dituliskan oleh Susan K Perry, orang tua Lo Dietrich sangat terpukul ketika sang anak didiagnosa mengidap cystik fibrosis sejak bayi.
Ketika Lo mencapai usia 15 tahun, orang tua Lo telah banyak membaca buku dan literatur mengenai penyakit langka tersebut sehingga mereka memutuskan untuk menuliskan buku tentang penyakit tersebut.

Dalam buku ini orang tua Lo membagikan pengetahuan tentang penyakit Cystic fibrosis, dan pengalaman mereka merawat Lo yang terserang penyakit ini sejak bayi. Mereka mengharapkan bahwa orang tua lain dengan pengalaman dan penderitaan yang sama dapat menimba manfaat dari buku tersebut. Inilah yang memberi kepuasan bagi orang tua Lo sebagai penulis buku tersebut.

Didera penderitaan luar biasa dengan siksaan dan isolasi dari dunia luar selama bertahun-tahun, bisa membuat seseorang hilang ingatan. Tapi ini tidak terjadi pada Wei Jingsheng yang dipenjara dan diisolasi selama 18 tahun. Ia tetap bertahan melalui tulisan. Dengan tulisan yang diselundupkan ke luar penjara, ia masih bisa berkomunikasi dengan keluarga tercinta.

 

Dengan tulisan tersebut ia juga bisa menyampaikan kepada dunia tentang penderitaan yang dialaminya.
Tulisan ini juga akhirnya mampu membebaskannya dari penderitaan. Tulisan tersebut telah membuat dunia memberi tekanan pada pemerintah di negaranya untuk membebaskan Wei Jingsheng.

Untuk hidup abadi, seseorang tidak perlu obat-obatan ataupun kekuatan magis, yang diperlukan adalah kekuatan tulisan yang dapat mengabadikan karya dan pemikiran dari penulis. HC Andersen, dengan cerita-cerita dongeng klasik yang ditulisnya, tetap hidup sampai sekarang. Sutan Takdir Alisyahbana, Chairil Anwar, dan Muhammad Hatta sampai sekarang pun tetap abadi melalui hasil tulisan mereka berupa buku roman klasik, kumpulan puisi, dan buku-buku pemikiran ekonomi.

Yang jelas, selain manfaat kepuasan dan manfaat non-material lainnya, tulisan yang dimuat di media atau yang dipublikasikan dalam bentuk buku dapat memberi manfaat finansial bagi si penulis. Steven Covey dengan seri buku pengembangan dirinya seperti Seven Habits of Highly Effective People, Paul Ormerod dengan bukunya yang kontroversial The Death of Economics, Joseph Stiglitz dengan bukunya yang penuh kejutan Globalization and Its Discontents, telah mengalirkan banyak keuntungan bukan saja bagi penulisnya, tapi juga bagi penerbit buku-buku tersebut.

Tulisan memiliki kekuatan yang maha dahsyat. Tulisan dapat menggulingkan sebuah rezim, tulisan dapat mencegah perang, tulisan dapat membangkitkan semangat hidup, tulisan dapat menyelamatkan nyawa, tulisan dapat mengasah otak, tulisan juga dapat mendatangkan rejeki. Nah, dengan begitu banyak manfaat yang dapat dipetik dari sebuah tulisan, mulai dari proses menulis, kebiasaan menulis, dan dampak menulis bagi diri sendiri dan orang lain, mengapa kita tidak mencoba menyisihkan waktu untuk menulis dan untuk memupuk kebiasaan menulis.

ELIMINASI

 

MEMBANTU MENGGUNAKAN PISPOT DAN URINAL

Pengertian :

Membantu pasien yang hendak buang air besar atau buang air kecil (BAB/BAK) diatas tempat tidur

 

Tujuan :

·        Membantu pasien dalam rangka memenuhi keburuhan eliminasi

·        Mengurangi pergerakan pasien

·        Menetahui adanya kelainan feses/urine secara langsung

·        Menjaga kebersihkan pasien dan alat tenun pasien

 

Persiapan alat :

·        Pispot dan tutupnya atau urinal

·        Sampiran

·        Alas bokong

·        Bangku kecil untuk pispot/trolly

·        Bell (bila ada)

·        Tissu

·        2 waskom berisis air (satu untuk bilas sabun)

·        Sabun

·        Dua waslap

·        Handuk

·        Linen (bila diperlukan )

·        Selimut mandi

 

Prosedur pelaksanaan :

1.       Jelaskan tujuan & prosedur

2.     membawa alat kedekat pasien

3.     menutup jendela dan memasang sampiran

4.     mencuci tangan

5.     memasang selimut mandi dan menurunkan selimut pasien

6.     tinggikan tepi tempat tidur untuk mencegah pasien jatuh

7.     Meminta pasien untuk mengangkat bokongnya atau miring (bila perlu diibantu perawat) lalu bembentangkan alas bokong pasien

8.     membuka pasien bagian bawah

9.     anjurkan pasien untuk berpegangan dibawah/bagian belakang tempat tidur sampai menekuk lutut sambil diikuti dengan mengangkatkan bokong kemudian pasang pispot perlahan-lahan

10.  jika pasien pria pasang urinal untuk BAK

11.    pastikan bahwa sprai dan stik tidak terkena

12.  tinggalkan pasien dan anjurkan untuk membunyikan bell jika selesai/ memberitahu perawat

13.  kalau sudah selesai, tarik pispot dan letakan lengkap dengan tutupnya diatas kursi atau meja dorong

14.  bersihkan daerah perienal dengan tissu (untuk pasien wanita bersihkan mulai dari uretra sampai dengan anus untuk mencegah perpindahan mikroorganisme dari rectal kesaluran urinaria) kemudian tissu buang ketempat pispot

15.  gunakan waslap untuk mencuci darah perianal dengan air sabun

16.  bilas dengan air bersih

17.  keringkan daerah perianal dengan handuk

18.  mengankat alas bokong

19.  mengembalikan posisi pasien seperti semula

20. mengenakan kembali pakaian pasien

21.  mengangkat selimut mandi dan sekaligus menarik selimut pasien keatas

22. ganti linen jika kotor kena feses atau urine

23. merapihkan pasien

24. buka sampiran dan buka jendela

25. juka perlu beri pengharum ruangan

26. bersihkan pispot

27. cuci tangan

28. dokumentasi warna, bau, feses dan urine serta konsistensi feses dan catat daerah perineal

WAJIB DIBACA!!

 

Joni, sebut aja namanya begitu. Lelaki ini tidak begitu tampan tapi sangat enak dipandang, cara bicaranya yang menarik dan sikapnya yang simpatik membuatku menjadi butuh dengan kehadirannya.

 

“Hai sayang…pa kabar??dah makan belom?”. Sapanya melalui sms

Hari- hariku tanpa sepi dengan kehadiran sapanya lewat sms ataupun via telephon. Kiriman bucket bunga, coklat, kado- kado istemewa, keromantisan serta perhatiannya yang kadang berlebihan kadang membuatku tersanjung dan bahkan aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia. Hmmm….coba? wanita mana yang tidak bahagia diperlakukan seperti ini??

 

Suatu ketika, teleponku bunyi….

Kutengok..ternyata Joniku yang telepon, segera aku angkat…suara bariton terdengar jelas ditelingaku.

“Sayang lagi ngapain??…aku kangen neh??”. Suaranya merajuk.

“Hmmm….say, aku perlu pulsa neh…kirim ya? Soalnya aku lagi di pelosok desa, nanti aku ganti deh..”.Ujarnya dengan nada khasnya.

“Oke, aku kirim segera ya?. Balasku dengan ringan. Kebetulan aku punya bisnis stock pulsa kecil- kecilan, jadi tidak ada alasan untuk menolaknya.

 

Seminggu kemudian…

Joni tersenyum, tapi aku lihat wajahnya agak murung. Lalu aku tanya;

“Kenapa Say?koq bete banget”. Kataku dengan penasaran.

“Iya neh Yang, aku kesel banget…soalnya dari kemaren Teddy mau pinjem uang, tapi uangku masih kurang cukup, bagimana ya?”. Terawangnya saat itu

 

Lalu sambungnya….

“Bagaimana kalau aku pinjem uangmu dulu, nanti aku ganti deh?. Ungkapnya dengan nada ringan

Dengan sungkan aku berujar….

“Oooh…begitu? Ya dah ntar besok aku transfer?. Jawabku dengan nada sungkan

Ini untuk yang kesekian kalinya Joni meminjam uangku tanpa mengembalikannya sepeserpun. Berkali- kali minta pulsalah, pinjem uanglah, bayarin kreditlah, blab la bla..

Aku sampai bosan juga dengan permintaannya.

 

Semalaman aku merenung, apa yang sebenarnya terjadi??

“Apa iya?ada fenomena cowok matre???”. Bisikku dalam bathin

“Kalau begini terus menerus, bisa habislah aku???”. Aku terus berbisik dalam hati

 

Suatu pagi yang indah, cahaya matahari bersinar dengan hangatnya…aku bernyanyi kecil sambil mengklik beberapa artikel yang masuk kedalam Emailku. Sambil aku melirik berkali- kali bunyi hp disebelahku, semaleman beberapa kali juga Joni terus menghubungiku tapi tak satupun aku jawab, semua smsnya aku reject. Hanya barisan kata yang keluar dari Bibirku saat ini:

 

COWOK MATRE, COWOK MATRE….KE LAUT AJE!!

DITELEN IKAN HIU, MAMPUS LO!!!

CAPE DEAH….

 

FENOMENA KENAIKAN BBM…

 

Di tv, koran, majalah, internet akhir- akhir ini  banyak membahas masalah kenaikan BBM. Miris memang? karena dampaknya berbuntut pada perekonomian masyarakat. Entah apakah memang kenaikan ini memang dirasa perlu?atau hanya sekedar game politic? Kita gak tau (berbagai spekulasi di ulas dan dilontarkan oleh pengamat politik) walaupun dengan bahasa yang kadang tidak etis bahkan cenderung belepotan…, gak pantes masyarakat Indonesia yang notabenenya mayarakat berbudaya yang menjunjung tinggi moral dan sopan santun. Sidang DPR berantem dan budaya demo anarkis (beginikah hasil reformasi yang kita banggakan??!)  atau potret indonesia saat ini??

 

Satu hal yang kita sorot adalah masyarakat kita yang belum siap dengan Ekonomi Global, belum sanggup mengenal pasar dunia atau juga tidak mau kenal dengan dollar. Masyarakat kita cenderung malas dan tidak kreatif, ujungnya mereka betah berlama- lama menjadi Miskin. Its Ok…Miskin bukan pilihan, Miskin bukan juga takdir. Miskin bisa diolah menjadi kaya asal ada kemauan dan kerja keras. Tapi lihat fenomena sekarang dengan adanya banyak dana bantuan dan subsidi sama sekali tidak membuat masyarakat menjadi kaya tapi malah memperburuk keadaan. Acapkali yang kita lihat banyak pengemis, rumah- rumah di bawah jembatan, anak- anak pengamen makin banyak merajalela di kota- kota besar. Saya pernah berfikir konyol; coba kalau uang hasil korupsi dan 0,005% gaji anggota DPR dipotong lalu dibagikan untuk masyarakat miskin, mungkin kita gak semelarat ini?? Yang miskin makin kere, yang kaya makin nista… 

 

Pemahaman ini sepatutnya perlu kita renungkan. PR terbesar buat pemerintah dan kita Bagaimana memberdayakan Masyarakat dan merubah perilaku masyarakat kita? (mengajarkan jiwa wirausaha pada masyarakat, contohnya memperbanyak industri rumah tangga, olahan makanan tradisonal, bazaar anak- anak sekolah, mengembangkan budaya kreatif dll).

 

Walaupun kita tahu banyak faktor yang mempengaruhi tersebut dan tidak mudah membentuk masyarakat demikian, tidak semudah membalikkan telapak tangan??? Yaaaaaahhh…mau kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang? Apa mesti tunggu kiamat dulu??? Malu dengan Negara tetangga…boro- boro mau ukir prestasi? Asal jangan kelaparan aja, sudah untung!

 

Suatu ketika, saya lihat berita bahwa kenaikan BBM masih menjadi polemik diantara anggota DPR padahal kita tahu bahwa keputusan tersebut sudah di syahkan langsung oleh presiden. Dalam debat terbuka antara presiden dengan Ketua DPR dengan gagah perkasanya Si Empunya DPR menolak mentah- mentah keputusan tersebut, aku perhatikan wajah Presiden yang tampak bingung (duh…kasian ya?jadi pemimpin Negara tapi koq gak hargai sama sekali?). saya sama sekali tidak bersimpati dengan Dewan yang terhormat itu…jangan cari simpati rakyat deh ato malah mau nutupin borok angota dewan kalo hanya sekedar nutupin biangnya koropsi doang, berbicaralah dengan hati jangan sok jagoan (KORUPSI? Mati aja deh LO)

Nah…sekedar untuk bahan perenungan dan sekilas pandang, bahwa ini adalah fakta yang ada di Negara tercinta ini.  Marilah kita Bangkit untuk berkarya, berbagi dan menghasilkan produksi yang bermanfaat untuk bangsa, tentunya dari berbagai profesi yang anda geluti saat ini!!

FENOMENA PENJUALAN NILAI DI PREGURUAN TINGGI

 

 

Pada saat kita tahu bahwa mahasiswa tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik, bahkan mendapat nilai dibawah batas lulus. Dengan gampangnya sang dosen meluluskan mahasiswa tanpa melalui proses apapun, hanya dengan fulus Rp. 500.000 s/d 1.200.000 (Jual nilai plus nilai skripsi) Parah Abizzzzzzzzzzzz!!!

 

Entah karena memang sistem pendidikan kita tidak memiliki kontrol yang baik atau otak dari dosen tersebut yang sudah rusak!!!

Ini adalah fakta yang perlu dipublikasikan,…untuk diketahui dan diinformasikan kepada khalayak masyarakat, bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa di sebagian institusi pendidikan. Tidak heran kalau produk dari lulusan payah dalam hal uji kompetensi apalagi jika dihadapkana pada Uji dari luar negeri (kasihan sekale????)

 

Suatu ketika ada segelintir mahasiswa yang kesulitan masuk kerja, hanya karena tidak mampu bersaing dengan peserta lain dan bahkan yang sudah masuk kerja stress karena tidak mampu mengikuti standar kelayakan yang sudah ditentukan. Alhasil…mahasiswa tersebut drop out dan akhirnya hanya mampu bekerja di instansi dengan kompetitif yang rendah (bagiamana mau berkembang??)

 

Lihat kembali latar belakang mahasiswa yang hanya mengandalkan uang untuk lulus, yang lebih mengerikan pada saat dosen memberikan alternatif untuk membeli nilai. Taruhlah si A mendapat nilai akhir D, dengan kualifikasi nilai UTS 4,3. Nilai UAS 3,0. Nilai tugas 0, kehadiran Cuma 20%. Bisa dibayangkan berapa nilai akhir yang diperoleh si A. Bulshit kalau mahasiswa tersebut bisa lulus!!  Tanpa ada proses apapun. Sebagian oknum yang berlaku hanya anteng diam tanpa dosa…Anehnya kebijakan dari institusi itu tidak menindaklanjuti kejadian itu, apalagi mengusut tuntas kasus tersebut.(mungkin saja ikut andil dengan keuntungan tersebut?, Wallahu A’lam…hanya Allah yang tahu).

 

Fakta ini menjadi pembelajaran bersama baik itu mahasiswa maupun untuk dosen itu sendiri. Publish ini sama sekali bukan untuk mengintimadasi pihak manapun tapi sebagai kontrol agar profesi dosen tidak dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan jadikan profesi mulia ini sebagai ladang mengeruk keuntungan pribadi. 

cursor: url(“http://www.cursor-codes.com/cursors/butterfly.ani”),default;

 

Namaku Linda Yani (gak mesti pake gelar ya…soalnya waktu lahir gak ada gelarnya he he he). aku terlahir di kota Indramayu dan sudah 27 tahun aku menghirup indahnya hidup, statusku? hmmm…single (blm ketemu yang pas aja…easy goinglah). Latar belakang S1 Keperawatan dan S2 Manajemen Organisasi Kesehatan Masyarakat, aku bekerja sebagai leader pengembangan Dosen di salah salah satu perguruan tinggi di Cirebon serta mengajar & memberikan pelatihan dibeberapa instansi pendidikan.  Melalui weblog ini aku ingin berbagi dan sharing tentang informasi kesehatan (cari temen juga lah…), terus terang melalui line blog ini aku beruntung dapat menyimpan semua arsip artikel, konsep, informasi dan semua ideku lalu kubagikan pada orang lain (duhhh…seneng juga dapat berbagi). aku berharap dengan launchingnya blog ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan yang haus akan informasi kesehatan dan semoga aja bisa kasih comment ato pendapat supaya tulisanku bisa lebih baik lagi amin…..

Terima atas atas kunjungannya

Linda Yani

ANTISIPASI KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN

Jumlah tenaga lulusan keperawatan yang sampai dengan 2003 diperkirakan sebanyak 233.116 orang tersebar di seluruh wilayah. Apabila dibandingkan dengan Indikator Indonesia sehat 2010 sebesar 117 orang perawat untuk 100.000 penduduk atau sebanyak 276.049 orang perawat di tahun 2010, maka Indonesia hanya memerlukan tambahan tenaga perawat sebanyak 42.933 orang perawat lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam menunjang Indonesia Sehat 2010 atau sekitar 6.130 orang perawat setiap tahunnya.

Berbeda halnya dengan tenaga dokter yang institusi pendidikannya sangat terbatas maka khusus untuk tenaga keperawatan sampai saat ini telah berdiri sekitar 32 buah Politeknis Kesehatan dan 598 Akademi Kesehatan yang berstatus milik daerah, ABRI, dan Swasta (DAS) yang saat ini telah menghasilkan lulusan sekitar 20 – 23.000 lulusan tenaga Perawat setiap tahunnya. Apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan untuk menunjang Indonesia Sehat 2010 sebanyak 6.130 orang setiap tahun, sedangkan lulusan tenaga Keperawatan sebesar 23.000 orang maka khusus untuk tenaga keperawatan akan terjadi surplus tenaga sekitar 16.670 tenaga perawat setiap tahunnya.

Oleh karena itu masih layakkah kita saat ini masih terus menerus mendirikan sekolah setingkat diploma III keperawatan yang sudah secara jelas jumlah produksi mengalami kelebihan . Apakah tidak sebaiknya para mitra swasta yang berminat di bidang pendidikan ini mengalihkan perhatiannya dengan mendirikan pendidikan non keperawatan seperti pendidikan tenaga Refraksi Optisi atau Radiografer yang sudah jelas sangat kekurangan tenaganya dan bahkan untuk tenaga terapi Wicara sampai saat ini hanya terdapat satu institusi pendidikan swasta yang bergerak di bidang pendidikan terapi wicara.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi kelebihan tenaga tersebut salah satu yang perlu disiapkan oleh semua pihak terkait adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat di Luar Negeri yang sangat banyak setiap tahunnya sehingga kelulusannya lebih ditingkatkan dengan cara meningkatkan kemampuan/kualitas lulusan yang ada saat ini.

Bagi organisasi profesi penataan profesi keperawatan merupakan sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar lagi agar mampu dan diakui oleh organisasi keperawatan di Luar Negeri dengan melakukan sertifikasi tenaga Keperawatan yang berstandar International.

Kepada pihak swasta yang berminat di bidang Institusi pendidikan, diharapkan mampu menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan melaksanakannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan tanpa mengurangi kewajiban yang harus disiapkan sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas tenaga keperawatan. Kata kunci bagi pihak swasta untuk ikut bertanggung jawab terhadap mutu tenaga keperawatan adalah dengan mendirikan Institusi Keperawatan yang memenuhi syarat baik kurikulum maupun sarana dan prasarana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
(Dari berbagai sumber)

Ditulis kembali oleh: Linda Yani

RISAU…

 

 

Diposting oleh: Linda Yani

Senin, 28 januari 2008

Waktu terus berlalu menapaki segala asa dan keinginanku, menjelajahi perih dan gejolak rasaku. Padam dan terang terus mengitariku membentuk pola dalam hati, rasa dan jiwaku.

Dan kini aku yang terpekur alam risau yang berkepanjangan, tatkala aku mampu membuat keputusan dan mencoba melabuhkan gundahku pada sosok yang aku tidak mengerti akan arah dan tujuannya.

 

Aku kinipun berusaha untuk menjadi manusia baru yang jujur dan apa adanya,…mencoba belajar dari pengalaman hidup yang menyakitkan sekalipun. Entah apa yang ada dalam benakku saat ini, yang aku tahu hanya risau…

 

Tatkala saat ini, dia hadir mengisi relung kosongku, seolah akupun tak mampu bergeming dari logiku untuk berfikir, aku mengira ini begitu mudah dan mampu aku jawab dengan ringan. Namun kenyataan yang aku hadapi sungguh sulit, dia yang aku bawa dalam  hati dan rasaku hanya aku mampu tuk bermimpi hidup bersamanya. Saat perasaan cinta dan keinginan bersamanya terus menggelayuti relung hatiku, aku sangat bimbang, ragu dan tak mampu untuk berpaling. Sekali saja aku ingin menjauhimu tapi yang ada hanya luka tak berbatas.

 

Aku mengerti segala resiko yang mesti aku tanggung, aku tahu segala hal yang dapat melukai perasaanku, tapi entah mengapa aku bisa menjadi sangat bodoh dan naïf. Entah siapa yang aku hadapi kini sehingga seluruh saraf motorikku tertutup oleh segala perasaan yang terus saja membendungku.  Aku gelisah dan aku jadi tampak bodoh untuk berjalan sesuai dengan angan dan keinginanku saat ini, besok dan yang akan datang.

 

Tuhanku… segala yang aku rasakan Engkau mengetahui persis, namun sesungguhnya aku tak mampu berfikir, bebanku semakin bertambah dengan jawabannya yang terkadang menghimpit perasaanku. Aku hanya berjalan dengan sangat lemah dan gontai. Lelahku terus saja menyergapku seakan aku sendiri tidak mmapu menahan asaku ini.

 

Tuhanku….aku tak mampu melakukan apa yang aku inginkan dari hatiku dan aku tak mampu menjadi diriku yang sebenarnya, aku tahu ini terlalu berlebihan, OOoooohhh…resah… menjauhlah engkau dariku, pergilah dari segala harapan palsuku, dan tinggalkan aku dalam nestapa yang berkepanjangan. Entah mesti bagaimana aku berbuat dan bagaimana aku mampu membangun kembali puing asaku dan harapanku tanpa kamu dan tanpa apapun tentang kamu.

 

Apa yang sebenarnya terjadi Tuhan, sehingga aku begitu sangat tersiksa, cukup sudah aku kehilangan banyak orang yang sangat aku cintai, cukup sudah aku berperang bathin menghapus harapan kosong ini. Aku lelah sekali dan aku ingin berhenti berharap.

 

Kelasihku….engkau laksana api dalam sekam, engkau laksana bunga yang mengharumkan nafas hatiku dan engkau laksana bintang yang selalu ingin aku genggam untuk menerangi mentari hatiku. Namun segala rasa dan mimpiku kau tiup dengan ragumu. Aku tak sanggup berjalan dengan gundah yang kau ciptakan untukku, aku hanya ingin berjalan dalam duka dan bahagia bersamamu, aku berusaha untuk memahamimu dan mencintai mu apa adanya tanpa aku harus kesulitan dalam menjalani hidupku.

 

Kekasihku…aku berbahagia dalam hidupmu, mendapingimu dalam rasa susah yang berkepanjangan, menunggumu untuk mencari kesejatiaan dalam hidup dan menciptakan cinta yang dapat kubahagiakan bersamamu lalu kita mampu menebar asa ini untuk kebahagiaan orang lain. Kau kupahami dengan segala taburan hati dan kepasrahanku, kutaklukkan egoku dan kutersenyum tuk memahamimu dan aku mencoba tertawa dalam preasaanku yang luluh.

 

Kekasihku…rasa ini adalah cintaku yang aku harapkan dapat bersamamu, mengarungi segala nestapa ini menjadi bahagia, menebar aroma bahagia bersamamu, aku percayakan hatiku untuk kulabuhkan dalam hidupmu, dan aku percaya dan aku ikuti segala asamu menjadi bahagiaku, dan aku mampukan hati dan logikaku untuk mencintaimu apa adanya.

 

Kekasihku…saat ini aku sudah mampu memahamimu, aku sudah mau masuk dalam hati dan persaanmu, dan saat ini aku sudah bisa mengisi harimu menjadi sukaku, selanjutnya aku dapat merasakan cinta ini begitu indah dan menegarkan sanubariku. Risauku tak kunjung reda….

 

Kekasihku…saat ini pula resah ini semakin menjadi- jadi, waktu terus berjalan tanpa bimbang, mencecar hatiku yang terus bisu. Aku memburu segala asaku dengan berjalan sesuai dengan roda hidup yang Tuhan gariskan untukku.

 

Kini aku yang menyerah dengan persaanku hanya mmapu mebelah gundah dengan perasaan galau tak menentu, aku pasrah jika akhir dari cerita ini adalah musnah.

 

Aku pasrah akan hidup yang memang demikian adanya, tanpa pamrih aku pamit dan berjalan kembali dengan mencari sisa yang ada dalam hati dan rasaku.

 

Kekasihku..aku mencinatimu dengan apa adanya dan kini aku pasrah untuk melepas segala cinta dan rasakupun apa adanya. Aku tak mampu untuk menerjang ombak dengan kesendirianku….

TIKUS- TIKUS KANTOR

 

Saat segala hal aku ketahui dan paham betul letak kesalahan, kelemahan juga kekurangannya, aku semakin terpuruk tak berdaya. Aku semakin lelah dan buntu untuk mencari solusi. Satu yang semakin aku ketahui, tenyata aku sendirian, siapa disekitarku aku tidak tahu, kawan atau lawan akupun tidak tahu? Seresah ini yang aku rasakan…terus menghantui segala aktivitasku, aku cepat lelah, tampak tidak bersemangat, yah…walaupun tersenyum, itu karena aku tidak mau wajahku cepet tua termakan streesnya pekerjaan, aku tersenyum dalam hati…terkadang hidup memang panggung sandiwara, kadang mesti berakting dengan segala peran yang kita mainkan. Kerjaanku menuntut aku menjadi munafik, wuihhh….lelah ini luar biasa menghantam rongga dadaku.

 

Suatu hari yang sumpek dikantorku….

“Bagaimana, deadline sudah beres?”…Bozku bertanya (Senin)

“Jangan lupa, saya sudah menerima laporan hari ini?”….Bosku meminta (Selasa)

“Saya tidak mau tahu, pokoknya semua program itu harus segera dibatalkan!…Bozku komplain (Rabu)

“Ini sama sekali tidak sesuai, masa buat budget tinggi sekali”, sambil mencoret semua yang sudah direncanakan?….Bozku menolak  (kamis)

“Ngapain kerja, anda tidak menghasilkan apa- apa!….Bozku marah (Jumat)

“Bekerja itu mesti berkualitas! Semuanya mesti menghasilkan..”…Bozku sedang ceramah (sabtu)

 

Hari- hari dengan segala rutinitas diatas, sudah biasa menjadi bumbu penyedap kerjaanku. Yahh…termasuk asap rokok yang mengepul tiap hari di ruang kerjaku (yang nota benenya bidang kesehatan) tapi sudah banyak muka tembok, jadi seperti tembok semua…

 

Kuceritakan ya,……

Sssssttt….Bosku itu orang yang royal tapi cenderung pelit, royal dengan hal- hal yang gak mutu tapi pelit untuk perubahan, mau maju tapi gak mau modal (Yeahh….sama aja boong)….hari gini mana ada kemajuan pake gratisan. Tapi aku salut dengan pola fikirnya yang tanggap dengan perubahan, sayangnya penasehat pribadinya gak ada yang Jabeg (he he he….nyontek bahasa adekku…) artinya “gak ada yang bener”. Kasian juga bosku ini, habis- habisan out come money tapi hasilya nol besar… (Duh…My Boz, kasian sekali dikau…semoga tak selamanya begini)

 

Karyawan yang satu ini tampak aneh, kerjaanya cuma duduk, merokok, ngobrol, mengawasi staf, ngatur ini itu. Padahal dia sendiri tidak pernah bisa diatur…tau ttg protap kerjaanpun tidak, bahkan yang lebih parah gaptek abizzz (computer juga gak tau, hp juga untung2an karena kebutuhan… (Itu lho…kroninya si Boz, hampir 20% manusia ini menjadi hantu di kantorku)

 

Hmm….yang ini lain lagi, sok pinter dan sok tahu (kalo ngomong salah…wuihh…malu banget), gini- gini…staf ini kebanggan bos lho!…tak habis pikir kenapa hidup ya? Hikh hikh…hikh…(ketawaku ngumpet, takut ketahuan). Ceramahnya kaya orang pinter di negeri dongeng, mirip observer kebingungan (kaya paman Gembul….. huakh…huakh…wak…. Wak…. wak….Cruuutt….sumpah lucu banget tau!). Padahal kalo ditanya jawabnya sekenanya (Aduh…kasian juga ya, kalo diisi orang begini, mana bisa maju?)…Mungkin untuk nyumpekin tempat aja, lumayan buat tontonan gratis, he he he he….

 

Ada lagi….karyawan ini aneh bin ajaib. Sejujurnya sih pinter tapi keblinger…otaknya “Uaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang terussssssssssssssssssss”. Otaknya licik, licin, cuci tangan dan hobby mengkritik pekerjaan orang, tapi….kalo suruh ngerjain, sumpah…gak bisa tuh, ada aja alasannya, yang ngeri kalo pake dalil kitab….uuhhh…Cape deah! (tahu haram, eh dilakukan juga)….eh iya, staf ini masih perawan lho (kan belum disentuh wanita, he he he), bilangnya haram coy…iihhh nyentuh bukan muhrimnya haram, kalo korupsi embat terus!). Mana yang bener neh?….(pura- pura tutup mata aja deh)

 

Nah ini dia, sebenarnya staf ini saya suka….karena cepet bisa dipengaruhi, jadi…kalo ada program- program apapun cepet disetujui, tapi….hmmm…karena kelemahannaya ini sering dimanfaatkan orang (kasin juga ya…Cuma duduk jadi simbol dooang), yang lebih parah lagi kalo diomelin bawahannya dia Cuma bengong aja dan memasang wajah memeles (Oalah….piye toh, moso pimpinan dimarahin anak bawang), mungkin karena ketidaktahuannya jadi nelongso. Tenang aja coy….saya bantu dari jauh aja ya…Makanya saran aku, belajar yo…biar gak dikadalin orang terus.

 

Selanjutnya, staf yang pendiam dan penurut….tidak banyak komplain, tampak aman dan ABS (asal bapak senang…), staf seperti ini cenderung tidak banyak memberikan kontribusi di lingkungan kerjaku, Eiittttsss…..tapi jangan salah kemampuan diamnya menjadi alat untuk menggerogoti orang lain dan bahkan bisa mengahancurkan organisasi ini. Mulutnya baik sekali tapi hatinya serigala…kalo didalem “no comment…, kalo diluar yuuukkk….korupsi bareng- bareng, jelek2in orang lain, buka aib organisasi. Wah orang ini akan jadi duri dalam daging…kalo tidak cepet dibasmi (kecoa kale….he he he he)

 

Yuuukk….ini ada lagi, aneh tapi nyata…kita tengok disebelah meja kerjaku, tampak ada staf yang tidak pernah ngerjain apapun, tapi…minta ampun disayang ma bosku, yang dibilang ahli lah, pinterlah, berpengalaman lah, bla…bla…bla. Tapi dasar musang tampang manisnya jadi modal untuk bikin bosku luluh. Emang bagus juga sehhh…tapi gak tahan dengan tingkahnya yang sok nempeeeeeeellll terus sama bos, tidak ada hari lepas dari telinga bos, bisikannya dahsyat….(aku kadang eneg ½ mati)

 

Yang ini ada lagi, Superman gak pake sayap…sok konsep tapi gak tau tekhnis, tampak pinter tapi nilainya hancur (itu waktu kuliah dulu), sok banggain diri dengan pekerjaanya tapi tidak bertanya akan kontribusinya…(Wouiii….kemana aja lo!).  Emosinya terlalu tinggi sehingga tampak bego kalo ada acara meeting terbuka, bukan saja mempermalukan diri sendiri namun juga mempertontonkan kelemahannya didepan orang lain, sungguh malang nasibmu nak…aku hanya akan menyaksikan kehancuranmu…(bukan doa tapi hanya prediksi, hihk….hikh..sama aja ya?), sebenarnya potensinya cukup besar untuk menjadi “Cassanova”….andai dia mampu mengimbangi dengan rasionalnya pastinya akan menjadi pionir yang handal.

 

Satu lagi yang menarik perhatian saya,…staf ini ular bermuka dua, licik dan gila banget. Sepak terjangnya menghalalkan berbagai cara, strategi korupsinya cukup halus, bahkan sampai pada batas kolaps pun mampu membuka mata ponggawa2nya. Main suap sana sini sudah hobby yang mengakar dalam darahnya, hasilnya…hmmm…cukup lumayan menghidupi antek- antek keluarganya. Jangan heran staf seperti ini akan dilindungi habis-habisan di lingkungan kerjaku. Staf seperti ini tidak akan ada matinya. Seperti virus yang menjadi dorman. Hebat….hebat….saya salut, kuacungi 4 jempol untuk staff begini (termasuk jempol kaki, huk,,,huk….huk….). Sssssttt….saya juga termasuk orang yang anti korup… (kasihan anak cucuku nanti makan duit haram).

 

Lanjutkan lagi…..

Therapy hidup dan perjalanan cerita tersebut adalah fakta yang tak perlu dirisaukan, tak perlu iri akan sesuatu yang bukan hakku, apalagi aku mengikuti jejak yang menyesatkan.

Andai saja apa yang telah aku ceritakan dengan menggunakan bahasa yang cukup konyol dan menggelikan, tidak juga dengan kehidupanku yang pasang surut akibat ulah banyak orang. Tak pelak itu membuatku terus jatuh bangun menata perihnya hidup, namun aku yakin segala prinsip yang aku pegang walau terkesan fanatik atau munafik. Aku tepis jauh dari fikiranku. Aku tidak peduli dengan aksi bungkam dan pasang muka masam didepanku atau seringkali mencoba membunuh karakterku sampai merampas hak- hak aku. I don’t care… sekali lagi, jika Tuhan berkehendak segalanya akan menjadi mungkin.

Linda Yani

MY ACTIVITIES

September 2016
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 6,236 hits